Pasien OTG Melawi Tambah 5 Positif Covid 19, Di Khawatirkan Bertambah

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi melalui dr. Ahmadb Jawahir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas menyampaikan penambahan 5 orang terkomfirmasi positiv Covid-19 hasil Swab.

Seperti yang dipaparkan dr. Ahmad Jawahir. Tepatnya pada jam 18.16 Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi mendapakan informasi dari Tim Gugus Tugas Provinsi Kalimantan Barat, tentang adanya tambahan 5 orang wagra Kabupaten Melawi dengan hasil Swab PCR nya terkomfirmasi positif.

Pertama : PCR-008 Perempuan 24 Tahun Domesili Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh. Kedua : PCR-009 Perempuan 25 Tahun Domesili Desa Kenual Kecamatan Nanga Pinoh. Ketiga PCR-010 Perempuan 30Tahun Domisili Desa Tembawang Panjang Kecamatan Nanga Pinoh. Keempat : PCR-011 Laki-laki 36 Tahun Desa Kenual Kecamatan Nanga Pinoh dan yang Kelima : PCR-012 Perempuan 27 Tahun Domisili Desa Kelakik Desa Kenual Kecamatan Nanga Pinoh.

“ Total keselurughan yang positif di Kabupaten Melawi sampai pada hari ini ada 12 orang. Sampai hari ini dari hasil Ravid Test sudah ada 85 orang dan sebagian sudah menjalani tes Swab. Baik yang terkomfirmasi positf Swab maupun Ravid test seluruh nya sedang dan telah menjalani karantina mandiri, untuk ke 5 orang tadi akan segera kami lakukan penegasan kembali untuk kesediaannya melakukan karantina mandiri, apabila tidak bersedia kami akan melakukan karantina mandiri dengan fasilitas khusus sesuai dengan buku pedoman penanganan Covid-19 edisi ke-4 yaitu tempat yang telah disediakan di Puskesmas Nanga Pinoh Desa Kenual, “ ujarnya. Selasa (9/6/20) dirumah Dinas Ketua DPRD Melawi.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi masih terus menelusuri melalui penyelidikan Epedemiologi tentang penelusuran penularan dari penyebarannya. Dr. Ahmad Jawahir juga meminta seluruh masyarakat Kabupaten Melawi agar makin disiplin dengan melaksanakan protokol-protokol kesehatan agar kasus ini tidak semakin bertambah.

“ Dikarenakan Melawi punya 2 Port Entri atau pintu masuk, yang pertama paling kita wasapadai dari pintu hilir, yaitu dari arah kota Pontianak sampai ke Melawi, kita juga punya pintu masuk lagi yaitu dari perbatasan Kalimantan Tengah, kita tahu Provinsi Kalimantan Tengah yang terkomfirmasi Positif jauh lebih banyak dari Provinsi Kalimantan Barat. Kami juga meminta kepada masyarakat diperbatasan-perbatasan Kalimantan Tengah untuk semakin waspada terhadap para pelaku perjalanan, dimohon kepada para Camat, para unsur Forkopimcam dan petugas Puskesmas untuk selalu mencatat pelaku perjalanan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Melawi, segera laporkan ke Puskesmas untuk dilakukan Rafid Test, ini semua semata-mata agar lebih cepat menjaring kasus Covid-19 di Kabupaten Melawi, “ terangnya.

Untuk di Kabupaten Melawi sampai saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 7 orang Tampa Gejala (OTG) ada 48 orang dan kasus baru Rafid Test ada 2 orang penambahan pada hari ini, sehingga total Reaktif Ravid Test 85 orang. Jumlah yang sudah dilakukan Ravid Test masal keseluruhannya ada 2.844 orang

“ Kita sedang mengurai kluster dari penyebaran Covid-19 yang ada di Kabupaten Melawi ini masih berkisar antara RSUD karena ada dugaan nya kesana, tidak menutup kemungkinan kluster ini akan bertambah lagi. Sesuai dengan srategi Nasional kita sudah menggalakan Telusur Test dan Isolasi (TTI) sehingga sampai hari ini kita sedang menggalakan Ravid Test masal terseleksi. Bahwa Ravid Test masal terseleksi ini bukan program yang satu kali selesai, tapi ada proses yang berkesinambungan, mengingat yang kita lakukan, seandainya Ravid Test itu Negatif tapi memenuhi syarat Epedemiologi tetap akan kita lakukan Ravid Test ualang setelah 10 hari, demikian juga kepada pelaku perjalanan akan dilakukan Ravid Test dan akan di Ravid Test ualang lagi setelah 28 hari berikutnya, dari yang bersangkutan harus meminta surat keterangan bebas Covid-19 masa berlakunya 28 hari,” ungkapnya

Masih menurut dr. Ahmad Jawahir, “ Malam ini kami dari Dinas Kesehatan dan jajarannya Puskesmas beserta RSUD serta Faskes Kesehatan Swasta sedang bergerak 24 jam untuk menindaklanjuti yang baru ini terkomfirmasi dengan melakukan peneylidikan Epedemiologi terhadap orang-orang terdekatnya, seperti suami istri, anak-anaknya, juga orang-orang terdekat lainnya. Mohon dukungan dari masyarakat agar bisa bekerjasama menyampaikan informasi0informasi siapa saja orang-orang terdekat yang nanti.Kami sudah menyiapkan ruang isolasi karantina khusus dengan fasilitas wifi, televisi kapasitas t30 tempat tidur, “ jelasnya.

“ Dari pemantauan kami, semuanya yang terpapar di Nanga Pinoh dari pemukiman yang padat, mustahil dilakukan isolasi mandiri, tetapi kami tetap mengikuti protokol, apabila tidak memungkinkan akan kami bawa ke ruang isolasi khusus. Apabila ada petugas datang kami minta keterbukaan dengan sesungguhnya menceritakan siapa-siapa saja yang berdekatan guna kami lakukan penelusuran, dikarenakan malam ini waktunya mepet mungkin sekeluarga akan kami bawa apabila yang bersangkutan tidak bersedia,” tutup dr. Ahmad.

Penulis/Publis : Tim