Ormas Melawi Soroti Tim Gugus Tugas Terkait Tempat Hiburan Malam

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Melawi menyoroti Tim Gugus Tugas tidak pukul rata dalam menjalankan anjuran-anjuran pemerintah tentang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Sedangkan lembaga-lembaga keagamaan sudah mengeluarkan fatwa untuk membantu pemerintah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 merelakan ibadah tidak secara berjama’ah.

Ormas-ormas terkait yang berkumpul memberikan himbauan untuk menutup tempat-tempat hiburan malam diantarannya, Dewan Masjid Indonesia ( DMI ) Ketua Kabupaten Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Ketua Forum Pemuda Dayak ( FOFAD ) Saleh Tapa, Bambang Setiawan, SE Ketua Pejuang Subuh, Kimroni, S.Kom.,MH mewakili Dewan Adat Dayak ( DAD ) Kabupaten Melawi. Jum’at (3/4/20) di Nanga Pinoh.

“ Kenapa orang yang beribadah kepada Tuhan saja masih kita batasi, sedangkan tempat-tempat hiburan sampai saat ini masih tetap dibiarkan beroperasi, ini merupakan wujud kepedulian kami Ormas-ormas yang ada di Melawi dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona ini, “ terang Kimroni

Komroni menambahkan. “ Kenapa kami sangat menyoroti tempat hiburan malam, karena kami melihat itu peluang terbesar mereka terpapar virus, karena mereka berada diruang tertutup, terkait warung-warung kopi dan rumah makan yang ada dipasar pemerintah sudah menganjurkan untuk tidak menyediakan kursi meja orang-orang makan disitu, diajurkan beli barang bawa pulang, sedangkan karaoke itu tidak mungkin beli barang bawa pulang, inilah yang menjadi sorotan kami, “.

Bambang Setiawan Ketua Pejuang Subuh Kabupaten Melawi menghimbau dan minta kepada Bupati Melawi khususnya dan kepada aparat penegak hukum supaya tegas didalam menyikapi masih beraktifitasnya tempat hiburan malam. Kepada masyarakat juga supaya mengurangi kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengumpulkan manusia, sesuai dengan himbauan Bupati Melawi bahwa  kegiata-kegiatan seperti warung kopi, rumah makan, cafe serta rumah ibadah pun dianjurkan untuk ditiadakan ibadahnya, kecuali ditempat-tempat yang masih dianggap aman boleh membuka tempat ibadah.

Dikatakan Bambang, “ Kami dari Pejuang subuh sangat menyayangkan sekali, karena didalam himbauan yang dikeluarkan oleh Bupati Melawi tidak menyebutkan  spesifikasi masalah hiburan malam, kami minta kepada Bupati khususnya dan kepada aparat penegak hukum supaya tegas didalam menyikapi masih beraktifitasnya tempat hiburan malam, karen kita tahu tempat-tempat hiburan malam itu interaksi orang per orang itu sangat berpotensi untuk penyebaran virus corona, “.

Menurut Bambang jangan sampai para pejuang-pejuang kesehatan sia-sia pekerjaannya, apalagi hampir satu bulan ini pihak Kepolisian dan para relawan sudah melaksanakan penyemrotan secara masiv diseluruh tempat, kami mohon kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas apa yang menjadi sebuah kerisauan masyarakat melawi umumnya.

“ Kami Ormas-ormas juga sudah sepakat memberikan deadline kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Kepolisian, sampai pada jam 12.00 malam ini jika tidak ada penertiban dan penutupan, maka kami akan bergerak bersama-sama mendatangi tempat hiburan yang masih buka, “ tegas Bambang.

Penulis/Publis : Bagus Afrizal