Dampak Covid 19, Khawatir Beras Langka, Lumbung Pangan Dinas Peratanian Kemana ?

MELAWI RAMERANEWS.COM-Kepada rameranews.com tokoh Pemuda Kabupaten Melawi, Bambang Setiawan, SE, mengatakan, Jika terjadi Lockdown atau karantina wilayah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi yang harus dipertimbangkan masalah ketersediaan sembako, apakah pemerintah daerah sudah menghitung untuk ketahanan pangan selama masa karantina wilayah, kami berharap kepada pemerintah supaya mengumpulkan pedagang menghitung semua kekuatan yang ada digudang para pedagang besar, tidak menutup kemungkinan karena pontianak sudah mulai mengurangi aktifitas, ini akan berimbas kepada kita yang di perhuluan, ketersediaan sembako sangat dibutuhkan masa karantina wilayah.

Bambang Setiawan mempertanyakan program pemerintah yang selama ini seperti cetak sawah, tentunya harus ada perimbangan jumlah hektar antara yang dicetak oleh Dinas Pertanian melalui pihak ketiga, apakah produksi tersebut mampu untuk ketahanan pangan terutama beras, karena ini sudah masuk masa panen, diharapkan Dinas Pertanian harus mampu untuk mendata semua para petani baik peladang dan sawah, berapa produksi kita ditahun ini untuk menghadapi jika terjadi hal terburuk karantina wilayah, apalagi kabupaten di hilir melawi sudah melakukan pembatasan ruang gerak barang, jasa dan orang.
Dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Melawi Ramda Suhaimi, saat mengikuti Talk Show Diskusi Publik di Radio Melawi Raya kemarin, bahwa selama stock barang di Provinsi aman maka di Melawi pun tetap akan aman, kedepatan mobilisasi melalui ekspedisi masih tetap lancar.

Kendati demikian, maka biasa terjadi kabupaten Melawi akan terjadi kelanggan barang, karena di melawi tidak ada gudang yang menimbun barang atau agen khusus, yang ada pedagang besar bermacam-macam barangnya ditimbun digudangnya sekedar untuk transit saja ke padagang relasinya.

Maka dari itu, pihaknya khwatir mobilisasi Ekspidisi barang jika tidak dapat masuk ke Kabupaten Melawi, jika jika terjadi penutupan jalan diwilayah kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau, maka akses barang lainpun akan kesulitan untuk mendapat mendapatnya, khusunya sembilan bahan pokok, hingga kini kita masih produksi dari luar, bahkan beras sekalipun akan sulit kita dapat.

Publis : Bagus Afrizal