Perlukah Melawi LOCKDOWN Menghadapi Corona

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Apakah Melawi perlu Lockdown menjadi tema Diskusi Publik Radio Melawi Raya ( RAMERA )  bersama dinas terkait dalam menghadapi wabah Covid-19.

Dijadwalkan hadir sebagai nara sumber Bupati Melawi Panji, S.Sos dan Drs. Oslan Junaidi Kepala Distankan Kabupaten Melawi, namun berhalangan datang. Drs. Ramda Suhaimi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Melawi. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Melawi Drs. H. Syamsul Arifin dan Kimroni Sekjen Forum Pemuda Dayak Kaupaten Melawi. Sebagai moderator lansung dipandu oleh Ronny Kasimin. Kamis (2/4/20) di Gedung Ramera Nanga Pinoh.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Melawi Syamsul Arifin. Sejak dari awal kasus Covid-19 mencuat Dinas Perhubungan sudah melakukan himbauan-himbauan mengunakan mobil berjalan supaya masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah agar lebih banyak dirumah, juga bersama dengan Dinas Kesehatan melakukan pencatatan kedatangan penumpang bis diterminal Sidomulyo mulai dari jam 02.00 pagi para pegawai sudah stanbay diterminal, kemudian melakukan penyemprotan disinfektan kepada bis-bis guna pencegahan.

“ Mungkin pada saat itu masyarakat masih menganggap wabah ini sebagai hal yang biasa saja, hingga mereka masih saja tetap berkumpul. Sebelum bis-bis berangkat sudah dalam keadaan steril disemprot disinfektan, Tempat cuci tangan juga sudah ada 3 didalam terminal,” jelas Syamsul

Selain melakukan pencatatan kedatangan penumpang itu untuk mendata. “ Sekiranya kalau ada penumpang yang memiliki gejala batuk, sakit, maka akan diperiksa lebih intens oleh kawan-kawan dari kesehatan, apa bila ada yang positif maka kan lansung dikarantinakan, bagi yang tidak positif data orang-orang nya sudah ada di kita, dari situ kita dapat memantau statusnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) ternyata dalam pemantauan ini meningkat menjadi Pasien Dalam Perawatan (PDP) maka akan dirawat. “ tambahnya.

Untuk antisifasi sekarang ini sudah ada 2 tim di 2 Posko, yang pertama digerbang batas Sintang Nanga Pinoh sudah dibangun Posko ini untuk menjaring orang-orang yang menggunakan Taxi atau angkutan pribadi setelah di data, cek kesehatan dan disemprotdisinfektan, selanjutnya diarahkan ke Posko ke dua di terminal untuk didata kembali.

Dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Melawi Ramda Suhaimi, bahwa selama stock barang di Provinsi aman maka di Melawi pun tetap akan aman, kedepatan mobilisasi melalui ekspedisi tetap lancar, karena di melawi tidak ada gudang yang menimbun barang atau agen khusus, yang ada pedagang besar bermacam-macam barangnya ditimbun digudangnya sekedar untuk transit saja ke padagang relasinya.

Menurut Ramda sejak munculnya wabah corona ini Dinas Perdagangan Kabupaten Melawi sudah meningkatkan monitoring harga dan stock barang. “ Dalam 2 bulan terakhir kami melakukan 2 kali dalam seminggu. Selain melakukan pemantauan kami juga membuatkan surat edaran kepada seluruh pedagang, diantaranya agar menyiapkan tempat cuci tangan di depan toko, tidak melakukan antrian guna menjaga jarak antara pembeli dan jangan melayani pembeli yang membeli stoc agak berlebihan,” terangnya.

“ Hasil pemantauan kami dilapangan stock barang masih tersdia walaupun agak terbatas seperti gula, karena sejak kemarin sudah menembus harga Rp. 20.500 per kilo. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi, rupa nya agen di Pontianak sudah meletakan harga Rp. 18.000 per kilo. Dalam waktu dekat akan masuk gula imfor, sedangkan stock barang-barang lain seperti beras untuk 3 sampai 6 bulan kedepan masih aman, ungkap Ramda.

Ramda juga ber harap, mengingat kondisi sekarang para pengusaha harus mengembangkan dirinya mengunakan tekhnologi yang ada, apalagi UKM tidak semua mempunyai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, dengan menggunakan tekhnologi yang ada bisa menawarkan, mempromosikan barang yang dijualnya

“ Supaya tidak ada singgungan atau sentuhan-sentuhan dari masyarakat semacam menjaga jarak antara pembeli dan penjual dari Kepada Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah mendata UKM-UKM yang berjualan secara online, akan kita koordinir agar masyarakat bisa melihat didalam website kami apa-apa yang ada dijual dan dimana alamat serta nomor kontaknta, selanjutnya mereka akan berkomunikasi lansung. Masyarakat dalam berbelanja bisa stay diumah dan barang yang di inginkannya yang datang, “ kata Ramda.

Kimroni Sekjen Forum Pemuda Dayak Kaupaten Melawi  menyampaikan memang  banyak publik bertanya apakah Melawi ini perlu Lockdown, sedangkan arti lockdown itu situasi ketika orang-orang tidak diijinkan masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau area secara bebas, tapi kita di Indonesia tidak mengenal kata lockdown yang kita tau adalah karantina.

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan oleh Presiden melalui Peraturan Pemerintah, walupun baru diturunkan peraturan dari pemerintah sebenarnya kita dimelawi ini sudah melaksanakan, seperti meliburkan sekolah, kantor-kantor juga sebagian sudah mulai diliburkan, termasuk pembatasan-pembatasan giat yang dilakukan oleh pihak keamanan TNI, Polri bersama Sat Pol PP juga melakukan penertipan untuk mengurangi orang-orang berkumpul

“ Apa yang sudah kita lakukan selama ini di melawi dalam menghadapi Covid-19 ini sudah sangat baik, namun edukasi harus tetap terus kita lakukan, apalagi orang-orang dikampung belum semuanya tahu apa itu corona, karena akses informasi mereka terhambat seperti tidak adanya jaringan internet dikampung, “ ungkapnya.

Menurut Kimroni apabila melawi menerapkan lockdown. “ Banyak hal plus minusnya termasuk akan berdampak terhadap segala pasokan barang, ini perlu dipikirkan oleh Pemkab Melawi, apakah kita siap dengan kekuatan swasembada lokal kita.

Kimroni juga menyampikan beberapa masukan dari masyarakat diantaranya mengenai penyempotan disinsfektan di jalan dalam upaya pencegahan sudah mendapat apresiasi dari masyarakat, namun masyarakat juga berharap penyemprotan ke gang-gang bahkan ke rumah-rumah warga, ada juga masyarakat meminta vitamin selain APD, masyarakat juga meminta jangan sampai ada oknum spikulan tertentu memanfaatkan kondisi ini dengan menimbun barang, termasuk juga ketersediaan APD menjadi sorotan masyarakat, perlu ditingkatkan pada tim pelayanan kesehatan ,” katanya.

Pemkab Melawi sudah menganggarkan 23 miliar diluar dana taktis sebesar 500 juta untuk penanganan Covid-19. Apa yang sudah dicanangkan walaupun saat ini lagi dibahas Pemda bersama DPRD.

“ Menghadapi kondisi terburuk maka, dana yang sudah dicanangkan harus segera siap direalisasikan sesuai peruntukan, kita sangat menunggu langkah-langkah Pemkab bersama DPRD mengenai pengadaan APD, bantuan obat-obatan, bantuan sembako, apalagi masyarakat pekerja lepas yang tidak punya gajih tetap terkena dampak, “ tambah Kimroni

Penulis/Publis : Bagus Afrizal