Melawi Lawan Corona, Jangan Sampai Merana

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Menyikapi COVID-19 Radio Melawi Raya ( RAMERA ) gelar Diskusi Publik dengan tema Melawi Lawan Corona pada edisi Jum’at. (20/3/20) di Gedung Ramera Nanga Pinoh.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi dr. Ahmad Jawahir, Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi, SH.S.I.K.,M.H, Ketua DPRD Melawi Widya Hastuti, dr. Sien Setiawan Direktur RSUD Melawi, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi Setia Graha, Kimroni, S.Kom.,MH Sekretaris FOPAD dan Hermansyah perwakilan dari masyarakat.

Ronny Kasimin Direktur Ramera sebagai moderator mengulas tema Melawi Lawan Corona “ Jangan Sampai Merana “, dengan berbagai pertanyaan kepada para narasumber, terutama apa langkah pemerintah dalam menangani COVID-19.

Ahmad Jawahir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi mengatakan COVID-19 pada tanggal 12 februari 2020 sudah ditetapkan oleh Word Health Organization (WHO) sebagai Pandemi dunia.

“ Corona merupakan virus yang cepat menyebar, menular keseluruhnya, namun masyarakat harus tetap tenang, karena virus ini masih bisa diobati, namun kita tetap harus waspada kerena penyebarannya yang cukup cepat, itu semua perlu pemahaman yang bertahap kepada kita semua, “ terangnya.

Ahmad Jawahir juga mengungkapkan di Melawi hingga saat ini, tim gugus tugas pencegahan dan penanggulangan corona virus desease 2019 atau Covid-19 telah mendapatkan data sebanyak 48 Orang Dalam Pemantau (ODP), dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pendataan tersebut bersifat pasif, yang artinya masyarakat yang melaporkan diri.

Widya Hastuti Ketua DPRD Melawi menyampaikan ada beberapa dana yang bisa dialokasikan sesuai ketentuan berlaku, terutama karena kebutukan APK sangat minim sekali.

“ Peran kami sebagai penganggaran dana akan segera membahasnya di DPRD dengan Bupati untuk bisa secepatnya menyediakan anggaran tersebut untuk bisa digunakan terutama kebutuhan APK, “ terangnya.

Sementara dr. Sien Setiawan Direktur RSUD Melawi untuk penanganan di melawi sudah siap, mulai dari dokter dan perawat, namun yang sangat dibutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan. “ Kita tetap harus siap dalam keadaan apapun, yang menjadi kendala dari teman-teman dokter kita butuh dukungan APD, “ ungkapnya.

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi meyampaikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan bahkan rumah sakit. Masyarakat harus cerdas menggunakan media sosial, jangan mudah termakan isu-isu yang tidak benar.

“ Dalam bermedia sosial tolong dengan bijaksana, cek, ricek dan kroscek sebelum menyebarkan informasi, kami juga menghimau kepada masyarakat mohon hati-hati terkait dengan ada yang mengatasnamakan baik dari Dinas Kesehatan dan dari kami dengan mengatakan ingin melakukan penyemprotan. Tolong cek, minimal identitasnya, karena itu hanya untuk memanfaatkan situasi, kepada masyarakat jangan terlalu percaya, “ himbaunya.

Sekjen Forum Pemuda Dayak (FOPAD) Kabupaten Melawi Kimroni, S.Kom.,MH menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi bersama dinas terkait sangat responsif terhadap kondisi saat ini.

“ Kita dari pemuda bersama pemerintah daerah ikut melawan corona, kita membantu semacam edukasi kepada masyarakat, bagaimana metode pencegahan dan lain-lain, termasuk menangkal berita-berita hoax yang menimbulkan kepanikan dimasyarakat,” jelasnya.

Hermansyah perwakilan dari masyarakat mengatakan permasalahan pendemi corona tidak bisa diabaikan, juga mengenai tenaga asing yang ada di melawi.

“ Berapa banyak tenaga asing yang ada di melawi, paling tidak data ini kita sudah ada, apalagi warga kita masih banyak yang keluar masuk keluar negeri, ini harus kita lakukan pemantauan, “ ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi Setia Graha mengulas tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan penyebaran COVID-19.

“ Kami sudah melakukan rapat bersama, sesuai surat edaran Bupati Melawi berhubungan dengan sekolah, maka kami menerapkan belajar dirumah mulai dari 16 maret sampai 2 april, “ ungkapnya.

Penulis/Publis : Bagus Afrizal