Bersama Dinas Terkait, Radio Ramera Gelar Talk Show Diskusi Publik Bertemakan Pengawasan dan Retribusi Pasar

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Radio Melawi Raya (Ramera) menggelar Talk Show Diskusi Publik dengan tema Pengawasan dan Retribusi Pasar. Kamis (13/2/2020) di Aula Radio Ramera Melawi.

Acara Talk Show Diskusi Publik ini digelar dengan berbagai narasumber yang berkompenten di bidangnya.

Narasumber Acara Talk Show Diskusi Publik menghadirkan Anggota Komisi III DPRD Melawi Drs. Kluisen, Kepala Sat Pol PP Melawi Aji Kuswara, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Melawi Margitus Bemban, Kepala Bidang Pasar Diskoperindag Fransiska Mareta Pasaribu, Kasi Bina Pasar Isterius Leos , dan perwakilan pedagang kaki lima Dewi Dahlia (PKL)  moderator Ronny Kasimin.

Perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Dewi Dahlia mengungkapkan pembagian kios atau lapak yang ada tidak transparan siapa pemiliknya jika ada pihaknya meminta agar kios yang ada segera di umumkan siapa pemilik kios tersebut.

“ Walaupun tidak dilakukan pencabutan undi untuk mendapatkan kios tersebut seharusnya pemilik kios wajib di ketauhi seluruh pedagang.  Tidak main kucing-kucingan kios tersebut siapa pemiliknya sampai saat ini pun kios tersebut belum juga di ketahui oleh para pedagang, “ ungkapnya.

Menurutnya kios tersebut belum ada yang punya, namun tiba-tiba kios tersebut sudah ada yang menggunaknya, sedangkan orang pasar sayur sendiri tidak mengetahui jika benar kios tersebut di perjual belikan artinya pembagian lapak atau kios tidak di akomodir dengan baik. ” Kami yang tidak memiliki uang tidak bisa menempati kios tersebut jadi yang memiliki uang bisa menempati kios tersebut,” tuturnya

Sedangkan Anggota DPRD Melawi Drs. Kluisen mengatakan pihaknya melihat kendala di tepi jalan masih terdapat berjualan karna mengingat pedagang musiman yang seharusnya juga di perhatikan.

“ Ada beberapa hal yang saya lihat di blok A dan blok B yang bisa mengundang wabah penyakit karna mengingat di bawa kolong terdapat air yang menggenang yang harus juga di pikirkan dan masih banyak lainya seperti sampah tempat parkir yang harus segerah di tangani, “ katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Bina Pasar Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Melawi Isterius Leos menjelaskan kios dengan jumlah 8 buah tersebut di kehendaki dengan Perda sesuai formulir yang di bagikan.

“ Formulir kios saya yang buat, tidak pernah saya edarkan formulir tersebut. namun sesuai perda formulir itu di bagikan saya sendiri tidak tau apakah secara sembunyi atau secara musyawarah mungkin kepala dinas lama melihat orang tersebut mampu karna jika di berikan kepada orang yang tidak mampu jika tidak di jual maka kios tersebut di tarik karna mengikuti aturan Perda 15 hari terturut-turut tidak di tempati maka di tarik,” jelasnya.

Kata dia jika ada oknum yang bermain kios lapak pedagang segeralah untuk menunjukan bukti –bukti terkait jual beli kios. ” Jadi aset kios pedagang tidak untuk di jual belikan jika ada transaksinya itu akan nampak, “ katanya.

Sedangkan Keasat Pol PP Kabupaten Melawi Aji Kuswara mengatakan dalam rangka penataan pasar berbagai upaya memang selama itu telah di lakukan Dinas Perdagangan, di lakukan dengan baik sesuai tupoksi Pol PP penegakan peraturan daerah penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyrakat

“ Kaitanya dengan penertiban di pasar, kami melaksanakanya mulai dari tanggal 15 januari 2020, hasil dari tim dalam pembagian lapak pasar walaupun tidak semua mendapatkan lapak di atas, masih ada beberapa pedagang yang berjualan di bagian bawah. Kemudian seiring berjalan waktu kami tetap melakukan pengawasan dan penertiban baik yang sudah mendapatkan lapak maupun para pedagang yang masih berjualan di sepanjang jalan,” ucapnya

Aji menuturkan saat dilakukan penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang jalan, tidak ada pedagang yang merasa keberatan, lapak yang ada di jalan di gusur, apabila masih ada kendala penataan pihaknya tetap melakukan tugas penertiban. “ Untuk saat ini tidak ada lagi yang berjualan di sepanjang jalan, kemudian pengawasan tetap kami lakukan, bagaimana penataan pasar terus di lakukan dengan baik tidak hanya katanya panas-panas taik ayam, “ tuturnya

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Melawi Margitus Bemban, menyampaikan terima kasih ke pihak pemda melawi yang sudah melakukan penataan pasar dengan baik dan juga para pedagangnya sudah tertib, dinasnya melakukan penarikan retribusi setiap hari, petugasnya selalu ditemui dengan baik oleh para pedagang.

” Target PAD Melawi Tahun 2020 sebesar 45 milyar lebih, ada pun para pedagangan yang ada di pasar belum bisa dipastikan jumlahnya karna yang mendata Dinas Perdagangan, mengingat pedagang naik turun hanya situasi total di atas 400 orang seluruh pedagang di sejumlah pasar,” kata Bemban.

Bemban menambahkan, untuk pemungutan pajak retribusi berdasarkan Undang –undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi, kemudian di melawi di buat Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2014 tentang Retribusi Pasar dan Pertokoan

.” Saya lihat bapak ibu para pedagang sudah jauh lebih terhormat dalam berjualan. Kami juga berharap petugas kami yang datang menagih di sambut dengan baik, karna mengingat uang yang di bayar untuk kebersihan dan lain-lain. Khusus untuk retribusi pasar ada yang kita pungut setiap harinya dan adanya juga bulanan, untuk kios-kios besarnya 30 ribu perbulan, “ katanya.

Penulis : Hendika
Editor/Publis : Bagus Afrizal