Panji : ” Melawi Anggarannya Masih Sangat Minim, Dibandingkan Kabupaten Kota Se-Indonesia “

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi melakukan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 di hotel Cantika, Selasa (11/2/2020).

Kegiatan sosialisasi peraturan tentang klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah ini diiikuti oleh aparatur sipil negara satuan kerja perangkat daerah di wilayah setempat.

Kepala BAPEDA Melawi, Jaya Sutardi SH, mengatakan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019. Kata dia, permendagri tersebut pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Keuangan Daerah.

Dengan peraturan tersebut, maka bisa mengintegrasikan dan menyelaraskan perencanaan pembangunan dan keuangan yang telah disusun secara sistematis sebagai acuan pemerintah dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

“ Informasi ini digunakan untuk membantu kepala daerah dalam menyusun perencanaan dan pembangunan serta anggaran dan laporannya. Termasuk dalam menentukan kebijakan,” paparnya

Ia berharap seluruh jajaran yang bertanggung jawab dalam menyusun komponen anggaran pendapatan dan belanja daerah bisa melakukannya dengan semakin terampil dan berkualitas.

Sementara itu, hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Melawi, Panji, S. Sos, Pj Sekretaris Daerah Melawi,Pricilla, Pimpinan SKPD, dan pejabat lainnya.

Bupati Melawi, Panji S.Sos mengharapkan dengan pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan lebih awal ini, bisa membantu penyusunan dokumen dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tersebut.

Menurutnya, agar ke depan tidak ada lagi yang keteteran dalam pekerjaan perencanaan karena sudah memahami mekanisme dan prosesnya.

“ Semua kepala satuan kerja perangkat daerah, sekretarisnya, bagian perencanaan betul-betul mengikuti permendagri ini agar tidak lagi ada yang salah. Sehingga perencanaan yang masuk dalam sistem terkoneksi dengan baik,” jelasnya.

Panji juga menambahkan. Melawi anggarannya masih sangat minim, kalau dibandingkan kabupaten kota rata-rata se Indonesia. Walaupun yang sedikit itu bisa bermanfaat, menghasilkan sesuatu dengan baik, maksimal sesuai kemampuan kita, meskipun pelan apabila dilatarbelakangi perencanaan yan baik dan benar. Karena itu merupakan niat pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang tepat.

” Pertemuan ini sangat penting, kita memang ingin menyesuaikan diri dengan aturan, karena perencanaan itu sangat penting, kita berpacu dengan urusan wajib yang sangat prioritas sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Semua ini tekhnis sekali terkait dengan keuangan daerah. Plening E-budgeting segera dilaksanakan, tidak ada lagi tawar menawar, karena itu membantu kita semua, membantu pemerintah untuk membuat perencanaan yang baik, ” terangnya.

Publis : Bagus Afrizal