Wendra Diserang Beruang Liar Saat Mencari Kayu Gaharu

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Seorang warga Desa Nanga Raku Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi Babak Belur Diserang Beruang Liar saat terpisah dari rombongan pencari kayu gaharu. Akibatnya, tubuh Wendra (40) babak belur mengalami patah tulang pada tangan kiri dan luka robek gigitan di kaki dan jempol kaki nyaris putus.

Wendra menjelaskan kejadian berawal pada jum’at (29/11/19) pagi bersama rombongan sebanyak 12 orang pergi kehutan Wilayah perbatasan antara Kalbar Kalteng KM 1.150 hutan bukit Tuntong hendak mencari kayu jenis gaharu.

” Kami rombongan saat mencari kayu gaharu berjalan secara berpisah berjarak sekitar 100 meteran, saat saya hendak melagkahi sebuah pohon besar yang telah tumbang, ternyata di bagian sebelah pohon ada se ekor beruang liar jenis beruang madu. Karna sama-sama kaget beruang tersebut menyerang saya,” ungkap Wendra kepada wartawan Rameranews.com Senin (16/12/19) di kediamannya.

Wendra menangkis serangan beruang tersebut dengan tangan kirinya sehinga saking kerasnya mengakibatkan patah pada tulang tangannya.

” Beruang dengan beringas menyerang saya, sempat saya tangkis mengakibatkan tangan saya patah, kemudian lanjut mengigit tangan kanan saya hinga mengalami luka robek, terus mengigit kaki dan pada saat terakhir berhasil mengigit jempol kaki saya sempat berteriak meminta tolong, mendengar terikan saya beruang itu lansung melepaskan gigitan dan lansung pergi begitu saja menjauh dari saya, ” terangnya.

Masih menurut Wendra, tidak lama kemudian rombongan kawannya datang membanti mengevakuasi.Wendra dipapah dari tempat kejadian menuju pondok perjalanan selama 2 jam, kemudian dibawa menggunakan sepeda motor kejalan perusahaan, lanjut diantar menggunakan mobil perusahaan ke klinik Km 97 Pt. Erna Djuliawati untuk dilakukan pertolongan pertama, selanjutnya Wendra dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Nanga Pinoh.

Karena tergolong warga tidak mampu, Wendra berharap mendapat bantuan dari pihak Pemerintah melalui dinas terkait mengenai biaya pengobatan.

” Dalam beberapa hari saya dirawat sudah lebih 6 juta, itupun berupaya dengan pinjaman, saya mohon ada perhatian dari pemerintah bisa membantu meringankan biaya perobatan saya ini, ” harapnya.

Penulis/publis : Bagus Afrizal