Erwan Irawan : Keputusan Gubernur Perumnas IV Masuk Wilayah Kubu Raya Tidak Berpihak Kepada Masyarakat

PONTIANAK, RAMERANEWS.COM – Sekitar 60 orang warga masyarakat Perumnas IV mendatangi Kantor Gubernur Kalbar untuk bertemu Sutarmidji Gubernur Kalbar. Karena Gubernur tidak bisa di temui dengan berbagai alasan akhirnya di terima oleh Yohanes Budiman selaku kepala Biro Pemerintahan. Belum lama ini.

Negosiasipun terjadi antara Erwan Irawan Ketua Forum Peduli Perumnas IV dengan Yohanes Budiman Kepala Biro Pemerintahan hanya 5 orang perwakilan saja yang di terima untuk pertemuan, namun masyarakat mintanya semua harus masuk. Akhirnya Yohanes penuhi keinginan masyarakat tersebut.

Diruangan mereka saling berargumentasi, Yohanes Budiman menjelaskan bahwa sudah di sepakati kedua belah pihak dan sudah di putuskan oleh Gubernur pada 16-10 -2019 Perumnas IV itu masuk ke wilayah Kabupaten Kubu Raya, itu berdasarkan keinginan masyarakat perumnas IV minta secepatnya jalan di perbaiki.

Mendengar akan hal itu salah seorang warga angkat tangan Yohanes mempersilahkan mikropon pun diberikan.

Edy Junaidi warga menyapaikan kekecewaannya terhadap Gubernur yang telah memutuskan secara sepihak.

” Dasar apa yang dia pakai. Dia tahu ndak di mana batas wilayah, tu sana Sungai Ambawang sebelah sana Kubu Raya sebelah sini kota Pontianak, ”katanya.

Kemudian beberapa orang dari warga juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Gubernur yang telah memutuskan secara sepihak bahwa Perumnas IV masuk ke wilayah Kubu Raya tidak berpihak kepada masyarakat.

Ketua Forum Peduli Perumnas IV Erwan Irawan mengatakan, ” Kehadirannya bersama warga masyarakat Perumnas IV karena adanya penanda tanganan berita acara Kemendagri pada 16 Oktober 2019 Gubernur Kalbar ,Walikota Pontianak dan Bupati Kubu Raya yang menyatakan bahwa secara Normatif Perumnas IV itu bagian daripada Kubu Raya.Rasa kekecewaan masyarakat Perumnas IV terhadap Gubernur Kalbar yang kami kira tadinya Gubernur ini aspiratif terhadap perjuangan masyarakat Perumnas IV selama 19 tahun,ternyata tidak.Dia sebagai Kepala Daerah yang mewakili pemerintah pusat,mestinya berani mengambil sikap menetapkan Perumnas IV itu adalah bagian daripada kota Pontianak.Dan dia tahu kenapa masyarakat Perumnas IV ini minta di layani pemerintah kota Pontianak, karena dasarnya memang Perumnas IV itu adalah letaknya di kota Pontianak secara geografis,”tuturnya.

Dikatakannya, ” Sutarmidji sebenarnya sudah tahu, kan dia sudah pernah menjadi Walikota Pontianak dua periode. Selama ini pemerintah kota Pontianak melayani masyarakat Perumnas IV bai itu KK, KTP dan bantuan –bantuan lainnya. Dengan demikian Seharusnya itu menjadi dasar keputusannya.Kalau pemerintah pusat itu hanya mengikut saja apa yang menjadi keinginan daripada pemerintah daerah. Tidak serta merta menentukan sendiri. Nah kayaknya Gubernur tidak ada rasa keberpihakan nya kepada masyarakat, ”katanya.

Lanjut Erwan mengatakan, ” Kita akui bahwasanya selama ini hanya pemerintah kota Pontianak saja yang memberikan pelayanan dalam hal Posyandu dan bantuan-bantuan lainhya kemudian pembangunan jalan Gang. Sebanyak 17 Rt, 5 Rw itu di dalam wilayah kota Pontianak.Kita berjuang ini sejak tahun 2000.

Erwan melalui Kepala Biro pemerintahan Yohane Budiman meminta sampaikan kepada Gubernur untuk mendatangkan pihak Kemendagri juga pihak pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan pihak Pontianak ayo bersama-sama kita melihat secara geografisnya gimana perumnas IV itu masuk kota Pontianak atau Kubu Raya.Jangan main putuskan begitu saja.”ucapnya

Dalam hal ini kita akan tempuh jalur hukum adalah SK Gubernur berkasnya sudah siap dan dalam waktu secepatnya akan kita lakukan.”tegasnya mengakhri

Penulis : Mansur

Publis : Bagus Afrizal