LSM Gasak dan NCW Investigator  unjuk Rasa di Kantor Kejati Kalbar

PONTIANAK, RAMERANEWS.COM – Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan  LSM Gasak dan NCW Investigator Kalimantan Barat  mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk  berunjuk rasa.

Kedatangan masa aksi tersebut di sambut oleh Sunarwan PLT As pitsus dan  Candra As Intel.Rabu 23-10-2019.Dihadapan  kedua perwakilan Kajati Ibrahim MYH berorasi   membacakan pernyataan sikapnya, silih berganti  dengan ketua LSM Gasak. Kemudian  Ibrahim juga meminta kepada pihak Kejati untuk dapat menindak lanjuti laporannya atas dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana desa  desa Seriam Kecamatan Kendawangan Kab.Ketapang oleh oknum  Kades Seriam Cilun Albatin.Selain itu Ibrahim membacakan  pernyataan sikapnya Yaitu :

1.Berpegang teguh kepada penegasan Presiden  tentang pengawasan penggunaan dana desa,setiap tahun anggaran melalui APBN sebesar Rp.60 triliun.

2.Berpegang teguh pada peringatan keras Presiden  agar desa berhati-hati gunakan dan desa.

3.Berpegang teguh pada penegasan Presiden agar warga masyarakat ikut mengawasi dana desa.

4.Sebagaimana pada poin1,2,dan 3 tersebut di atas,NCW Investigator Kalimantan Barat, menyampaiakn seberkas laporan tentang dugaan atas penyimpangan dana desa seriam Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang berikut pada pernyataan sikap ini. Meminta kepada Kajati Kalbar dapat melakukan penyidikan dan penindakan hukum sebagaimana mestinya.

Ibrahim juga mengatakan, NCW memandang perlu  sesuai penegasan dari Presiden Jokowi tujuan dana APBN sekitar 60 triliun  yang di peruntukan di setiap desa setiap tahunnya 1 milyar lebih.

” Hal tersebut di  pandang perlu oleh kami. Kemudian  kami melakukan investigasi ke desa-desa. Pada 28 Agustus yang lalu kami ke Desa Seriam Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Untuk melakukan Investigasi  ternyata hampir tidak terlihat bukti-bukti anggaran dana desa yang 1 Milyar itu yang di realisasikan..Memang ada banyak proyek-proyek pembangunan seperti Balai desa, kemudian Poskesdes, pasar desa dan ada lagi kantor Koperasi. Itupun  di bangun menggunakan dana PNPM  termasuklah PAH penampungan air hujan.Disini  timbul pertanyaan kami  di kemanakan dana desa tersebut yang katanya sudah di realisasikan Oleh Cilun Albatin selaku Kades Desa Seriam selama 6 tahun menjabat.”ungkapnya

Tidak hanya itu kata Ibrahim, ” kami juga bertanya kepada perangkat desa Seriam dan juga kepada masyarakat  ternyata mereka juga tidak tahu tentang bagaimana pelaksanaan penggunaan dana desa tersebut.”tambahnya

Ditempat yang sama perwakilan Kajati As Intel Candra didampingi oleh  Sunarwan Plt Aspitsus Kejati Kalbar menyampaikan  permohonan  maafnya  atas ketidak hadiran Kajati di karenakan kedatangan tamu juga ada kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan. Candra juga mengatakan akan meneliti sarat pormil maupun sarat matrilnya atas laporan yang di sampaikan.

” Kami sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri  Ketapang dalam hal ini supaya dalam upaya mengakomodir laporan yang di sampaikan oleh LSM Gasak dan NCW Investigator Kalbar untuk menjadikan atensi perhatian.Sebagai bahan masukan bagi kami di dalam memperkuat alat bukti yang ada pada kami.Karena ini masih dalam proses penyelidikan dan kami akan terus menindak lanjuti.”tuturnya mengakhiri.

Penulis : Mansur

Publis : Bagus Afrizal