Launching Peta jalan Revitalisasi SMK di Kalbar

PONTIANAK, RAMERANEWS.COM – Mengenai jurusan yang tidak sesuai lagi  itu adalah  salah satu dari objek revitalisasi SMK yaitu kurikulum.

” Itu akan  kita lihat apakah  sesuai atau tidaknya dengan dunia usaha industri   dengan perkembangan jaman sekarang di era digital ini .Nah kalau kurikulum tersebut   tidak sesuai lagi  kita kurangi  bahkan kita tutup. Untuk  jurusan baru  di era digital ini marketing itu belum ada.”terang Suprianus Herman di cela-cela acara Launching peta perjalanan revitalisasi SMK  di Ibis Hotel Pontianak Kamis 24-10-2019.

Ditempat yang sama Kepala bidang SMK DR. Uray Muhani,MM mengatakan, ini merupakan suatu  amanat dari  Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, yang mana SMK harus selalu berdaya saing dan produktipitas tinggi. Bagaimana caranya  supaya SMK yang ada di seluruh Indonesia ini bergerak. Karena selama ini  menurut BPS  SMK  tempat pengangguran  yang paling besar  se- Indonesia. Nah  oleh karena itu   SMK harus berbenah diri baik itu dari sisi  kurikulumnya,  gurunya, kelembagaannya dan masih banyak lagi yang perlu di benahi.”katanya

Lanjut Urai mengatakan,untuk  di seluruh Indonesia itu baru hanya ada beberapa provinsi saja yang sudah  melaksanakan Revitalisasi SMK.Dan di  Kalbar  sendiri  merupakan provinsi yang ke 5 sudah melakukan  Launching Revitalisasi.

Urai menjelaskan ” Adapun maksud  dari pada  Revitalisasi yaitu  bagaimana lulusan SMK itu di pompa maju supaya berdaya saing tinggi.Kan selama ini  mungkin SMK itu hanya sekedar meluluskan siswanyasaja tanpa melihat apakah lulusannya di terima  atau tidak di idustri. Sedangkan tujuan dari SMK adalah  mencetak tenaga trampil.Oleh karena itu disinilah kita harus berbenah jangan sampai SMK  itu terkesan biasa-biasa saja  atau sekedar meluluskan saja. Padahal  harusnya SMK itu dari mulai perkrutan awal singkronisasi kurikulum  selama proses pembelajaran baru di singkronkan dengan industry.Budaya industry  harus masuk  di dalam pembelajaran.Jadi lulus dari  SMK   untuk bekerja.lain dengan   SMA dia hanya  untuk melanjutkan  oleh karena itu budaya industry   sudah harus masuk  mulai dari   kelas X,XI,maupunXII .Selama ini  sekolah-sekolah SMK itu  terkesan masih umum-umum saja.”paparnya

Urai menekankan bahwa  guru yang menajar di SMK itu  harus yang pernah bekerja di industry paling tidak sudah pernah magang di industry. Jangan  mengajar hanya berdasarkan teori saja.”pungkasnya mengakhiri.

Penulis : Mansur

Publis : Bagus Afrizal