MOU IPWL RBM Kota Juang Dengan BAPAS Sintang Guna Peningkatan Pembinaan Klien.

MELAWI, RAMERANEWS.COM – Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Juang Kabupaten Melawi beserta Rumah Famili Female melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Urine bagi seluruh pegawai Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas II Kabupaten Sintang. Jum’at (11/10/2019).

Kegiatan Pertama yang dilakukan sebelum pengambilan urine yakni arahan dari Sapto Isnugroho Bc. IP. S. Pd. Kepala BAPAS dilanjutkan arahan dari Marumi Ketua RBM. Pelaksanaan test urine dimulai oleh Kepala Bapas diikuti oleh seluruh Pegawai Bapas.

Dari hasil tes urine sebanyak 24 orang di nyatakan negatif.

Ketua RBM Kota Juang, Marumi, S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut berdasarkan intruksi yang di berikan oleh Presiden Joko Widodo tentang rencana aksi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor (P4GN) tahun 2018-2019 tingkat atau lembaga.

“Kegiatan ini bukan merupakan untuk menakut nakuti apalagi menakut nakuti tapi ini merupakan instruksi dari bapak Presiden. Jadi sebelum kita membersihkan yang diluar istansi pemeritahan maka yang paling utama kita bersihkan terlebih dahulu internal kita,” kata Marumi.

Selanjutnya dilakukan MOU dari IPWL RBM Kota Juang dangan BAPAS kelas II Sintang guna pembinaan terhadap klien pada BAPAS Sintang

” MOU dibuat antara IPWL RBM Kota Juang dengan Bapas kelas II Sintang untuk tindak lanjut pembinaan klien Bapas, terlebih khusus bagi para mantan napi pengguna narkotika, untuk sekarang ini jumlah klien di Bapas Sintang sebanyak 298 orang dan 125 orang klien yang terkait dengan adiksi narkotika. 125 orang klien ini nanti nya akan di serahkan dari Bapas Sintang ke pihak kami IPWL RBM Kota Juang guna melanjutkan bimbingan baik rawat inap maupun rawatan jalan, ” jelas Marumi.

Sapto Isnugroho Bc. IP. S. Pd. Kepala Balai Pemasyarakatan kelas II Sintang mengatakan terkait tes urine yang dilaksanakan sekarang ini bertujuan agar pihaknya tahu apakah ada pegawai Lapas atau Bapas Sintang yang mengkonsumsi jenis zat kategori terlarang/Narkoba.

“ Saya memang sudah bertekad, kita tidak bisa membersihkan ke dalam (lingkungan Lapas;red), kalau diri kita sendiri belum bersih,” ungkapnya.

Sapto berujar, Jika masih ada pegawai Lapas dan Bapas yang mempunyai niatan dan keinginan coba-coba konsumsi narkoba, maka risikonya akan ditanggung oknum itu sendiri. dan dirinya juga ikut melakukan tes urine bersama para pegawainya Bapas yang ada di Kantor.

Sapto juga menegaskan apabila ada pegawai Lapas dan Bapas yang terindikasi positif narkoba, maka akan ditindak tegas sesuai ketentuan.

“ Sanksi tegas tetap ada, jika tes urin ada yang positif, kita akan dalami, apakah betul mengkonsumsi sabu atau obat-obatan lain, kita akan ditelusuri obat apa dan mana resep dokternya. Kita tindaklanjuti sesuai rekomendasi hasil tes, serta hasilnya positif akan kita serahkan ke RBM Kota Juang Melawi, ” tegasnya.

Editor/Publis : Bagus Afrizal