Bupati Sintang Protes, Jika 699  Titik Api

PONTIANAK-Rameranews.com – Terjadinya karhutlah itu bukan saja dikabupaten Sintang tapi ini termasuk sekalbar. Karena ini kita lalai.Padahal sejak 2016-2017-2018 sudah di lakukan apel siaga  seluruh potensi yang kita miliki  dari pleton desa  (Desa siaga api).Desa-desa binaan perusahaan dari unitnya  masing-masing  semuanya luar biasa. Gak tahu ada apa   musim kemarau ini panjang. Selesai efisud  Karhutla itu akhir bulan Agustus   awal September  sudah hujan. Sejak dulu  tidak   ada sejarahnya Kabupaten Sintang   sampai 699  titik api baru kali inilah karena  kemarau panjang.
”Demikian di unkapkan oleh Jarot Winarno Bupati Kab.Sintang ketika mengikuti  Fokus Group Discussion (FGD) penanganan Karhutla  dan Solusinya  di Hotel Ibis Pontianak,Selasa 8-10-2019.

Dia mengatakan,pada  5 September kemarin terjadi Karhutla dari 699 titik api itu di 134 di kawasan Konsensi hutani yang terlantar.Dan yang bisa memberikan sangsi itu adalah  pusat,untuk di Kab tidak bisa.Jarot menerangkan,ada satu perusahaan yang menjadi target dari GAKUM KLHK itu bukan perusahaan kebun Sawit tapi Hutani Hutan Industri yang ijinnya tahun 2011.Saya tidak tahu siapa yang punya dan saya tidak tahu lokasinya sampai di mana  lalu apa rencananya  sayapun  tidak tahu itu.Tapi tiba-tiba dari GAKUM  KLHK menetapkan dia sebagai tersangka.Dan  sedang dalam proses.”tuturnya

Jarot menjelaskan, terjadi  Karhutlah  itu hanya 134  di lahan konsesi hutan.Dan   ini  mestinya di koordinasikan ke pusat dengan daerah.Lalu  sekitar 15 san itu ada di kawasan kebun Sawit .Ini mudah  kita tindak karena sangsi dari kita.Kita sudah lakukan  penyegelan terhadap perusahaan yang terlibat pembakaran.Ada 15 tempat  titik Karhutla di kebun-kebun sawit.Walaupun Karhutlanya bukan  di kebun sawitnya  tapi itu adanya di areal mereka ya mereka harus bertanggung jawab secara hukum .”katanya

Jarot mengatakan,yang  terbanyak  pembakaran lahan adalah kearipan lokal tidak bisa d cegah.Dari tahun –ketahun  bakar-bakar-bakar  terus tidak bisa di larang.Tapi hal semacam ini  mesti kita atur.Nah kalau  untuk di Kab.Sintang  sudah punya SK peraturan Bupati No 57 tahun 2018. Kearipan local ini kita atur  untuk 1 desa  satu hari bakar  tidak boleh  lebih dari  10 hektar ,tapi  seminggu sebelumnya harus lapor .Itu hanya untuk  komunitas  local bertanam padi  ladang . tidak boleh padi sawah,sahang  dan sawit. Kalau sawit bakar  tangkap. Kita akui  bahwa yang sudah kita atur ini belum betul-betul berhasil  karena pada masyarakat adat  tidak kita siapkan opsi yang lebih mudah  yang lebih menarik buat mereka.”katanya

Jarot  mengatakan,di Kab.Sintang  tidak ada Karhutla yang luas  karena di Sintang ini lahannya tidak semua  gambut  hanya 34 000 hanya pada kawasan 3 sampai 5 tempat saja.Tersa juga  hingga 5 hari baru bisa padam .tidak ada puluh-piluh hektar  paling ada  hanya sekitar 5 hektar  yang terbakar .”ungkapnya mengakhiri.

Penulis : Mansur

Editor.   : Bagus Afrizal