Peluang Usaha Limbah Plastik, Omzet Jutaan Rupiah Perbulannya

SINTANG, RAMERANEWS.COM – Plastik merupakan satu dari beberapa benda yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat saat ini. Namun, begitu tergantungnya orang dengan benda yang terbuat dari plastik menjadi masalah tersendiri. Plastik merupakan benda yang sulit terurai secara alamiah, sedangkan volume penggunaannya terus meningkat, inilah yang akan menjadi akar masalah serius untuk lingkungan apabila tidak segera diatasi.

Namun, bagi Iwan Hendrawan (49), warga Bancoh yang membuka usaha Lapak plastik di Jerora jalan Kelam Akcaya 1 Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, hal tersebut malah menjadi peluang usaha. Sejak dua tahun yang lalu ia membuka usaha pengolahan limbah plastik. Dari usahanya ini, selain berhasil membantu proses daur ulang limbah plastik ia juga memetik keuntungan yang lumayan, serta membuka pekerjaan baru buat masyarakat.

” Awalnya saya melihat peluang usaha pengolahan limbah plastik. Kemudian saya kepikiran untuk mencoba membeli limbah dan secara kecil-kecilan,” jelas Iwan ketika ditemui di Lapaknya, Minggu (6/10/19).

Ia mengungkapkan, faktor lain yang mendorongnya membuka usaha pengolahan limbah plastik ini adalah kondisi lingkungan. Selama ini ia mengetahui limbah plastik sangat sulit terurai di alam. Padahal, setiap hari penggunaan plastik semakin meningkat. Tentunya hal itu lama kelamaan akan menimbulkan masalah.

” Saya berfikir, bagaimana caranya agar plastik tersebut bisa menghasilkan sebagai peluang usaha, dengan meminjam sedikit dana dari teman tuk membeli satu unit mesin pencacah (Kraser Plastik) dengan harapan para pengepul plastik di Kabupaten Sintang dan Kabupaten terdekat lainya bisa menjual plastik ke lapak saya ” jelas Iwan.

Setiap harinya Lapak milik Iwan ini mengolah sampai sekitar 1 ton limbah plastik. Berbagai macam plastik mulai dari jenis PP, PET, HD, LD dan P5 dari berbagai warna ia olah. Namun, sebelumnya ia menyortirnya sesuai dengan jenis bahan dan warna plastiknya.

” Limbah plastik tersebut saya dapatkan dari para pengepul, dan pengepul tersebut mendapatkannya dari para pemulung,” kata Iwan.

Untuk mengolah limbah plastik setelah disortir, kemudian plastik digiling menggunakan satu unit alat penggiling. Namun, proses ini memerlukan air sebagai katalisator. Setelah digiling, dihasilkanlah serpihan plastik yang masih basah. Oleh Iwan, serpihan plastik ini kemudian dijemur. Setelah kering ia kemudian menyimpannya dalam karung untuk kemudian dijual.

Menurutnya, serpihan plastik kering tersebut kemudian dijual ke pabrik pengolahan plastik di Tangerang seharga Rp 4-6 ribu per kilogramnya. Kemudian, serpihan tersebut biasanya akan diolah menjadi pellet atau bijih plastik. Bijih inilah yang kemudian diolah kembali menjadi berbagai macam produk berbahan plastik.

Iwan mengungkapkan, usaha pengolahan limbah plastik ini cukup menjanjikan. Dalam sebulan mampu mengirim plastik yang sudah di cacah maupun yang sudah dipress sekitar 10 ton dengan omzetnya mencapai 20-30 juta rupiah.

” Pengolahan yang dilapak ini lebih dikhususkan untuk pengepresan plastik PET (Botol Aqua) dan pencacahan, karana pabrik di Tangerang minta plastik dalam bentuk kotak hasil pres dan sudah dicacah,” jelas Iwan yang memiliki 11 orang pekerja ini.

Usaha Iwan ini juga terus berkembang. Dalam satu bulan ia bisa mengirim sebanyak satu puso ke pabrik di Tangerang.

Berlimpahnya limbah plastik menjadi pendorong kuat mengapa usaha ini terus berkembang. Iwan berharap usaha yang dia kerjakan sekarang ini bisa mendapat perhatian dari Pemerintah.

” Usaha plastik ini selain membuka usaha bagi masyarakat, juga bisa menambah pendapatan daerah, tentunya saya berharap ada perhatian dari Pemda untuk membantu saya melalui program yang ada guna pengembangan usaha yang lebih besar dan lebih modern lagi, ” harap Iwan.

Liputan Khusus : Bagus Afrizal