Jambore kader Posyandu Wadah Meningkatkan Kemampuan berbagi Ilmu Bagi Para Kader di Melawi.

RameraNews. Com, Melawi – Dinas Kesehatan Melawi menggelar Jambore Kader Posyandu di Gedung Emaus, Kamis(7/9), yang diikuti perwakilan dari seluruh kecamatan. Jambore kader posyandu menjadi wadah meningkatkan kemampuan dan saling berbagi ilmu bagi para kader di Melawi.

Ketua Panitia, Indriyani Darmowiyoto menjelaskan Jambore Kader Posyandu tahun 2019 digelar selama tiga hari, mulai dari  5 September hingga 7 September.  Peserta jambore hadir dari seluruh kecamatan. Terdiri dari dua petugas kesehatan sebagai pendamping dan tiga kader posyandu. “Dalam jambore akan diisi dengan pelaksanaan pameran, diskusi serta perlombaan,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Melawi, Gunadi Linoh menjelaskan Jambore Kader Posyandu dilaksanakan Bidang Kesehatan Masyarakat setiap dua tahun sekali. Harapannya bisa menjadi ajang menambah dan berbagi ilmu sesama kader.

“Data Kader posyandu, bisa menggambarkan masa depan kabupaten Melawi. Kalau anak anak kita banyak stunting maka masa depan anak anak kita bisa tidak berkualitas,” ujarnya

Gunadi mengatakan perjuangan kader kader  posyandu untuk meningkatkan setiap sentimeter tinggi anak harus diapresiasi. Walau disisi lain, kualitas posyandu di Melawi masih banyak kekurangan.

“Tahun ini Dinkes ada beberapa inovasi pendukung sehingga bisa menaikkan kualitas posyandu. Karena  masa depan Melawi ditentukan tiap sentimeter tinggi anak anak oleh kader posyandu,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Melawi, Priscilla yang hadir mewakili Bupati Melawi, mengatakan kesehatan jadi modal utama pembangunan. Karenanya, Pemkab berupaya mewujudkan Melawi sebagai kabupaten sehat dan sejahtera.

“Dari jambore ini diharapkan para kader posyandu sebagai mitra kerja Pemda menjadi ujung tombak dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.

Menurut Priscilla, kegiatan jambore ini diharapkan menjadi wadah untuk memupuk kebersamaan dan ajang silaturahmi. Juga ajang meningkatkan kemampuan, menambah wawasan serta persahabatan serta memotivasi kader posyandu dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.

“Karena yang berperan sebagai motor penggerak kesehatan di desa adalah kader posyandu,” ucapnya.

Priscilla juga berpesan agar kader posyandu dapat menerapkan 10 program PKK serta program lainnya, dimana 10 program pokok tersebut bersinergi dengan tugas pokok posyandu. Dirinya berharap peran kader posyandu bisa ditingkatkan dan dikembangkan sehingga Melawi terwujud sehat dan sejahtera.

“Kasus stunting, perlu menjadi perhatian serius bagi kita. Saya mengajak kita semua para kader posyandu agar dapat secara gencar melakukan penyuluhan terkait tumbuh kembang anak untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya gizi seimbang,” ujarnya. (dika)