Rakoornis Kolaborasi  Membuat Rancangan Pergub

Pontianak-Rameranews.com,Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat Herenimus Hero menjelaskankan,pertemuan yang  di lakukan  Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat adalah merupakan pertemuan rutinitas yang namanya Rapat Koordinasi (Rakoornis) khusus.Karena situasi nasional sekarang ini terkait adanya   kebakaran hutan dan lahan, maka  dari itu agenda dalam pertemuan kita di satukan materinya.”Demikian di ungkapkan oleh Herenimus Hero Kadis Pertanian Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Ibis Pontianak beberapa waktu lalu.

Dikatakannya,pada Rakoor  arah kita bukannya jika  terjadi kebakaran  kita yang   memadamkannya,tapi kita hanya bersifat mencegah (prefentif).Posisi strategis kita  ada penyuluh di lapangan .Nah  diharapkan bisa mendesiminasikan atau mensosialisasikan paket-paket teknologi khususnya  Pertanian pangan dan Holtikultura.Tidak perlu membakar  ketika membuka lahan.Tentu itu semua ada  paket teknologinya.Penyuluh  di harapkan bisa mensuplai data-data potensi luas tanaman yang pantas dan kita bisa menghitung proyeksi produksi  kedepan.”tuturnya

Lanjutnya,ini harus sampai kepada masyarakat.Kita tahun bahwa jumlah  penyuluh ada 1.600 ,PNS hanya 800 san sedangkan Desa kita seluas 2.031  berarti masih banyak  desa yang tidak punya penyuluh.Apalagi jika terjadi  kebakaran hutan dan lahan di luar jangkauan atau pengawasan seperti di pelosok-pelosok.Jadi penyuluh itu perlu extra 1 orang 1 desa.Memang hal ini  bukan kerjaan sendiri  ini mesti di kerjakan  lintas sektoral.”katanya

Program pusat itu si fatnya berupa stimulan yang utama adalah pemerintah daerah baik itu Kab maupun Provinsi.Nah yang pusat ini sesuai dengan tuntutannya untuk mendukung khusus beberapa program.Seperti dukungan padi lahan kering,dukungan padi bebas tersidu,dukungan budi daya  tumpang sari tanaman.Jadi banyak yang kita bicarakan dalam Rakor  yang ujung-ujungnya adalah berharap sesuai dengan harapan Gubernur Kalbar kita untuk dapat meningkatkan produksi dan mengarah ke swasembada pangan.”terangnya

Herenimus mengatakan,sebenarnya banyak teknogi  mikro organisme.Artinya lahan yang di tebas  lalu dibakar  bisa di buat pupuk kompos,pupuk hayati, yang bisa mempercepat proses pelapukan dan itu bisa bermanfaat untuk tanaman dan lahannya bisa lebih berkelanjutan di bandingkan kalau  mereka buka lahan dengan cara membakar cuma satu musim tanam saja untuk musim berikutnya lahannya rusak.”kata dia

Kolaborasi dengan kehutanan,perkebunan,pertanian itu belum ada keputusan.Nah kita sekarang   sinergi di arahkan untuk mengambil membuat rancangan  pergub di bawah kordinasi dari lingkungan hidup supaya penggunaan lahan yang jelas dan lebih berkelanjutan tapa merusak memlalui pembakaran apa-apa itu sedang kita susun.Mudah mudahan ada draf yang mengatur dan ada sangsi  administrasi yang bisa di ambil oleh Gubernur dari pergub tersebut.Sehingga kalau perusahaan-perusahaan yang masuk konsusinya ada yang membakar sengaja atau tidak sengaja ada sangsi administrasi yang  bisa di ambil oleh Gubernur harus tegas.

Penulis :Mansur

Editor.   : Bagus Afrizal