Antisipasi Karhutla, Polres Melawi Sosialisasi Lewat Radio Ramera

Melawi, Rameranews.com – Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Kabupaten Melawi, Kepolisian Resor Melawi akan mengelar sosialisasi kepada masyarakat lewat Radio Melawi Raya (RAMERA).

Rabu (07/8/2019) pagi, Melalui Satgas Preemtif “Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” melaksanakan koordinasi dan menjalin kerjasama tentang kegiatan himbauan yang akan datang yaitu larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Melawi kepada masyarakat secara luas melalui On Air di Radio Ramera FM 104.5 Mhz.

Acara sosialisasi Karhutla di Radio Ramera nantinya sebagai Narasumber Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si, bisa diwakili oleh Wakapolres Melawi Kompol Jajang, S. Kom, Kabag Ops AKP Dedy F. Siregar, S.I.P., M.A.P atau Kasat Binmas AKP Theodorus Pardamean Marbun.

Dalam koordinasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi ini juga disepakati penyiaran himbauan secara langsung oleh Pihak Kepolisian yaitu tentang Maklumat Kapolda Kalbar Nomor : Mak/03/VII/2019 tentang Kewajiban, Larangan, dan Sanksi Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Radio Melawi Raya (RAMERA).

Badai Elnino yang terjadi diberbagai belahan dunia menyebabkan kondisi kekeringan di Indonesia. Indonesia sendiri diperkirakan kondisi kekeringan terjadi pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2019.

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si melalui Kabag Ops AKP Dedy F. Siregar, S.I.P., M.A.P menyampaikan “Justru karena hal tersebut, Polres Melawi melalui “Operasi Bina Karuna Kapuas 2019” terus melakukan berbagai upaya Preemtif dan Preventif dan telah melakukan berbagai kesiapan dalam menghadapi musim kering tersebut dan terus gencar melakukan himbauan larangan membakar hutan dan lahan di Wilayah Hukum Polres Melawi,” ungkapnya.

Dijelasnya, bahwa musim kekeringan atau kemarau yang ditandai pula dengan musim yang ekstrim dimana suhu pada siang hari, malam hari terasa sangat ekstrim dengan ditandai pula suhu udara berkisar antara 36-38 Derajad Celsius.

“Patut dicatat bahwa bila kondisi ekstrim dengan suhu antara 36-38 Derajat Celsius tersebut sangat rawan timbulnya titik api terutama pada lahan-lahan yang sudah kering,” paparnya.

Dikatakannya,cuaca ekstrim tersebut juga menjadi ancaman bagi kawasan hutan yang ada dan cukup luas di Kabupaten Melawi. “Oleh sebab itu, perlu peran serta seluruh instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Melawi ini,” pesannya.

Kegiatan koordinasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla di Radio Ramera tersebut dipimpin Kasatgas Preemtif Operasi Bina Karuna AKP TP. Marbun diwakili oleh PS. Paur Sat Binmas Brigadir Ngadino didampingi oleh Anggota Satgas Preemtif Briptu Oktavianus, Bripda Dio dan Bripda Prayogo.

Sumber : Humas Polres Melawi ( Oktavianus )

Publis : Bagus Afrizal