Apbd Perubahan 2019 Kota Pontianak, Penuh Delema

Rameranews.com,Pontianak -Rapat Paripurna ke 17 masa sidang ke 3 DPRD kota Pontianak.Tentang anggaran pendapatan belanja daerah perubahan APBDP tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut,  Wakil Walikota Pontianak Bahasan menyampaikan jawaban Pemkot kota pontianak atas pandangan umum Fraksi-Fraksi dprd kota pontianak.

Menurutnya,  porsi pandangan umum terhadap APBD perubahan dan semua yang sudah di sampaikan itu suatu kritikan serta permintaan  Fraksi-Fraksi Dprd kota Pontianak.”Dan itu semua  akan kita penuhi atau realisasikan sesuai dengan porsi dan  APBD yang ada.”ujarnya

Bahasan juga menekankan, untuk PAD  kita akan lakukan intensifikasi terhadap semua pos-pos yang  bisa meningkatkan PAD itu sendiri, ia mengakui, “memang ada beberapa UPD yang mengalami penurunan,tapi itu tidak semua UPD turun masih ada UPD yang lain mengalami peningkatan.”Sehingga antara peningkatan yang di katagorikan menurun ini masih standart.”katanya

Lanjut Bahasan,sebenarnya penurunan itu bukan karena adanya target-target yang terlalu tinggi,tapi  pada pembahasan Dewan itu mintanya  terlalu tinggi  sehingga pencapaian target kadang-kadang  tidak tercapai.Nah karena targetnya terlalu tinggi  dan itu tidak sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada.

Ia menerangkan, terjadi Delema bagi para pelaku usaha, Tidak semudah itu untuk mencapai target, Bahasan meng khwatirkan pelaku usaha akan kecewa.

Perlu dilakukan berkomunikasi  bagaimana mencari solusi, sehingga dengan adanya program-program ada juga alat Detaktor disetiap pelaku usaha yang kita lakukan dengan acuan Kosubdak kemarin.”Insyak Allah kedepan kita akan transparan dan detil  hasilnya untuk PAD.”ungkapnya

Untuk kedepan dalam upaya untuk peningkatan terhadap PAD kita akan  rencanakan lakukan jemput bola. Dan kalau Detektor  alat khusus pelaku usaha tertentu tidak semua.Dari mulai yang kecil sampai yang besar  agar bagaimana PAD kita ini bisa meningkat sesuai porsi yang ada.Artinya para pelaku UMKM sendiri kalau memang  bisa menjadi inkam  atau PAD dan itu  tidak memberatkan mereka.”Seperti kemudahan-kemudahan dalam soal perizinan dan lain sebagainya,dan itu  juga harus  sesuai.Seperti  Antara Kewajiban dan hak ibaratnya”pungkasnya mengakhiri.

Penulis : Mansyur

Editor.   : Hendika