Cegah Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Melawi, DP2KBP3A Bentuk Forum Puspa

RameraNews. Com,  Melawi – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Melawi menggelar pembentukan Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejateraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Melawi, Kamis (16/05/19). di Aula lantai dua DP2KBP3A Melawi.

Selain di hadiri Kadis DP2KBP3A Drs. Marniati, hadir juga Ketua TP. PKK kabupaten Melawi Hj.  Nurbetty Eka Mulyastri Panji, Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Melawi serta Perwakilan Organisasi lainya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Melawi Dra. Marniati mengatakan, Pembentukan Forum Puspa menindaklanjuti peraturan mentri pemberdayaan RI nomor 2 tahun 2017 tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
 
” Aturan hukum sudah dibuat menjamin perlindungan perempuan dan anak. Mengingat cakupan sangat luas dan komplek, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri perlunya sinergi lembaga masyarakat, dunia usaha dan media , ” ujar Marniati. 
 
Dikatakanya, Keberadaan Forum Puspa memiliki sasaran srategis yaitu three ends, Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan. “terbentuknya Forum Puspa sebagai wadah kepedulian pada isu perempuan dan anak agar dapat ditangani secara cepat, ” katanya. 
 
” Dengan adanya wadah Forum Puspa sangat membantu mengurangi angka kekerasan, pelecehan, dan lain – lain terhadap perempuan dan anak sebagai mana tugas Forum Puspa mensosialisasikan bahwa hak perempuan dan anak di lindungi Undang – undang. Artinya jangan semena – mena, jika terjadi korban tugasnya mendata dan melaporkan ke Dinas P2KBP3A dan Dinsos,  ” Kata Ketua TP PKK melawi Hj. Nurbetty Eka Mulaystri Panji usai ikut pembentukan Forum Puspa. 
 
Astrid Menjelaskan, Dinas PPAKB sudah memiliki rumah singgah bagi korban kekerasan serta Dinas Sosial juga sudah ada pendampingan hukum yang nantinya menjadi naungan perlindungan kasus kekerasan Perempuan dan anak. ” PKK juga akan terus mensuport kegiatan sosialisasi ke kampung – kampung mensosialisasikan Forum Puspa,  ” jelas Dia. 
 
Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Melawi Ruth Tanggrutu mengungkapakan tahun 2017 Melawi memiliki 24 kasus kekerasan sedangkan tahun 2018 ada terdapat 16 kasus. Dari total 40 kasus tersebut ada sebagian di mediasi tidak di lanjutkan proses hukum yang ditangi kanit PPA Polres Melawi.
” Kebanyakan kasus tersebut merupakan perempuan dengan persentase 70 persen perempuan dan 30 persen anak-anak, ” ungkapnya.
Dari Pembentukan Forum Puspa tersebut terpilihlah Ketua yakni Ibu Budiman Leteh,  Wakil Ketua Ibu Eva sekretaris Katarina susilawati. (dika)