Subsidi Penerbangan di Cabut Bandara Nanga Pinoh Tak Lagi Layani Penerbangan

RameraNews. Com,  Melawi – Kasi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandar Udara (Bandara) Nanga Pinoh Sumartono mengungkapakan Pelayanan penerbangan Bandara Nanga Pinoh sudah Vakum sejak Januari 2019 lalu karna mengingat untuk subsidi penerbangan perintis sudah dihentikan/dicabut oleh Pemerintah Pusat.

 

” Di cabutnya subsidi penerbangan perintis karna secara persyaratan untuk pelaksanaan penerbangan perintis tidak memenuhi mengingat jarak bandara Nanga Pinoh dan Bandar Tebelian dekat serta sarana jalan penghubung dari Nanga Pinoh ke Bandara tebelian sudah bangus. Nah, salah satunya itu,  ” ungkap Sumartono Kamis, (9/5) di ruang kerjanya.

 

Dikatakanya, pihaknya sudah perna melakukan koordinasi dengan Pemeirntah Daerah (Pemda) Melawi untuk bersama – sama mengembangkan Bandara Nanga Pinoh akan tetapi ada hal yang sifatnya teknis yang tidak bisa dilakukan terutama masalah biaya operasional penerbangan yang besar. ” Kalau untuk status sifatnya kita tetap beroperasi namun tidak bisa melakukan operasi penerbangan, ” katanya.

 

Menurut dia jika bandara Nanga Pinoh tidak melayani aktifitas penerbangan secara otomatis warga Melawi untuk melakukan penerbangan larinya ke bandara Tebelian akan tetapi jika nantinya keputusan dari Pusat memberikan rute penerbangan perintis maka untuk operasional penerbangan bisa dilakukan namun untuk melakukan operasional penerbangan tersebut tergantung dari Pusat.

 

” Kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan operasi penerbangan perintis. Kami berharap tetap ada penerbangan setidaknya kebutuhan masyarakat akan transportasi udara terutama Nanga Pinoh – Pontianak bisa dilayani, ” harapnya.

 

Sementara itu, Warga Nanga Pinoh Sopian mengatakan jika pemerintah Pusat tidak dapat mengakomodir penerbangan seharusnya Pemda Melawi mengambil kebijakan untuk melakukan pengembangan kerjasaama karna mengingat Bandara Nanga Pinoh lebih dekat diakses oleh masyarakat Melawi di bandingkan harus jauh ke Bandara tebelian.

 

” Kan, dari dulu hingga kini. Masyarakat masih memilih Bandara Nanga Pinoh  sebagai bandara keberangkatan, ” katanya. (dk)