Bijak Memilih Siaran Berkualitas, KPI Kalbar Melawi Miliki Satu Lembaga Penyiaran Swasta

RameraNews, Melawi-Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat (Kal-Bar) bekerjasama dengan Pemerintah daerah Kabupaten Melawi menggelar Literasi Media mengangkat tema bijak dalam memilih siaran yang sehat sebagai implementasi dari program pengawasan dan pembinaan lembaga media serta menyadarkan sebagai masyarakat bahwa kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media. Senin (29/04/19) di aula hotel Amaranta

Asisten II Sekretariat Pemerintah Melawi Priscila dalam sambutanya mengatakan,Berdasarkan undang-undang penyiaran no. 32 tahun 2002 bahwa. Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi,Pendidikan, Hiburan yang sehat,Kontrol dan perekat sosial serta fungsi ekonomi dan kebudayaan. Sebagaimana kita ketahui, ada beragam media penyiaran di antaranya siaran televisi, Siaran radio dan internet. Yang mana di era kebebasan informasi dan teknologi media, sangat mudah bagi kita untuk mengakses informasi yang disiarkan.

” Menyikapi perkembangan ini,maka dipandang perlu adanya literasi media yang merupakan sebuah kegiatan dengan tujuan agar masyarakat dapat memahami isi siaran,sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam memilih dan memilah tayangan media yang bermanfaat, ” jelasnya.

Dikatakan Dengan demikian kita dapat senantiasa mengambil sikap atas sebuah isu atau permasalahan tertentu secara bijak dan tidak mudah terbawa arus yang dapat menggiring opini publik menuju hal-hal yang negatif. ” Pengaruh dari Media semakin terasa ketika lembaga penyiaran berlomba-lomba dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Tanpa terasa media menanamkan ldeologl-ideologi baru dalam diri konsumennya. Hal ini perlu diimbangi dengan literasi media sebagai budaya tangkal atas dampak negatif media, ” terangnya

Lanjut Dia Literasi media tentu tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran serta masyarakat. Peran itu bisa berupa organisasi, komunitas, Kelompok, budaya lokal dan individu

” Oleh karena itu. kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk menjaring peran serta masyarakat, yang tergabung dalam organisasi maupun individu untuk membuka wawasan mengenai literasi media di kabupaten Melawi yang sadar informasi, ” katanya.

Sementara itu, Plt kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kal-bar Drs. Alfian,M.Si menjelaskan secara normatif dampak dari literasi media meningkatkan kualitas preventif individu terhadap media serta minat untuk mengkomsumsi pesan dari lebih banyak media.

” Dengan literasi media diharapkan tumbuh tanggung jawab sosial baik kepada masyarakat maupun diri sendiri untuk bersikap kritis terhadap media, ” jelasnya.

Dia memaparkan secara garis besar Televisi dan radio memiliki fungsi sebagaimana media informasi, edukasi, dan hiburan dengan penayangan yg sehat memberikan informasi dan hiburan,mendorong perkembangan intelektualitas,emosi dan spriritual yang diperlukan untuk menentukan arah, pola pikir,pola pandang dalam kehidupan sehari – hari yang sehat dan bermakna.
Kegiatan ini diikuti oleh, Kabag Humas Sekretariat daerah Kabupaten Melawi, Instansi terkait,  tokoh masyarakat dan media masa elektronik dan cetak.

Dalam kegitan tersebut juga, Komisioner KPI kalbar Widodo juga mengatakan, media yang tumbuh berkembang dijaman teknologi dan digital maka, efektifitas sebuah media tersebut mampu memberikan informasi kepada masyarakat, namun perlu juga dengan literasi media sebagai budaya tangkal atas dampak negatif media, maka dari itu jumlah media Televisi dan Radio KPI kalbar memiliki yang ada di Kalimantan Barat, Lembaga Penyiaran Swasta,radio komunitas, LPP dan lainnya.

Daerah kabupaten Melawi sendiri memilik satu Radio Lembaga Penyiaran Swasta, yaitu Radio Melawi Raya (Ramera) yang, menurutnya” mampu memberikan informasi dan memiliki fungsi sebagaimana media informasi, edukasi, dan hiburan dengan penayangan sehat memberikan informasi dan hiburan yang dapat mendorong perkembangan intelektualitas,emosi dan spriritual mayarakat (RK)