OTT Money Politics Sudah Limit Waktu, Bawaslu Melawi Molor Putuskan

RameraNews.Com, Melawi –  Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Melawi pada masa tenang Selasa (16/0419) lalu menemukan uang sejumlah 81 juta lebih Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Ella dan Menukung.

Anggota Bawaslu Provinsi Kal – Bar Faisal Riza kepada Rameranews.com mengungkapkan, terkait temuan uang 81 juta lebih yang dilakukan Bawaslu pada saat pengawasan masa tenang Daerah Pemilihan (Dapil) 2 pihaknya belum ada pelaporan kasus OTT yang dilakukan Bawaslu Melawi ke pihak Provinsi, bahkan belum ada pelimpahan kasus tersebut.

Untuk mepersoses pelagaran pemilu tersebut Faisal Riza menjelaskan, Bawalu Melawi dan Gakumdu harus mengregister kasus tersebut. ” Untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,  selama 14 hari dari awal proses penangkapan OTT pelangaran pemilu tersebut, untuk diputuskan masuk ke pengadilan apa tidak, nantinya akan dikaji, ” Kata Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat Faisal Riza saat di hubungi via seluler Sabtu (27/04/19)

Menurut Faisal Riza, kasus OTT pelangaran politik yang ditangani oleh Bawaslu tergantung para pelaku jika pelaku yang 3 orang tersebut menyanyi maka terbongkar semua dalang kasus tersebut.

” Kasus ini, kita hanya memonitoring karna kasus ini ditangani langsung oleh Bawaslu Kabupaten. Kecuali laporanya masuk ke kita sementara laporanya tidak ada masuk ke Bawaslu Provinsi ” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan,  waktu tersisa 7 hari lagi untuk memutuskan OTT pelanggaran money politics tersebut apakah terbukti ataukah tidak,  hingga kini belum ada kejelasan dari Bawalu Melawi.

Namun jika putusan Bawaslu Melawi mengambil keputusan di waktu akhir masa tegang, 14 hari yang telah ditetapkan dikhwatirkan kasus OTT money politik tersebut akan kadaluarsa,  maka bisa diduga kasus OTT tersebut di ” Ninabobokan” hingga kasus tersebut ditutup. (RK)