Puluhan Warga Pemilih Tanjung Niaga Protes Tak Bisa mencoblos gunakan (e-KTP)

 

RameraNews,Melawi – Kericuhan nyaris terjadi dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) di kecamatan Nanga Pinoh, siang pukul 12 : 00 Rabu,(17/4/2019).  di Tempat pemungutan suara (TPS) 16 desa Tanjung Niaga puluhan warga memprotes tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)  dan menyatakan protes karena tidak bisa mencoblos dengan bermodalkan KTP elektronik (e-KTP).

“ Walau pun kami tidak terdaftar di DPT kami memiliki KTP el dengan alamat di desa ini, aturanya gimana kan katanya, yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa mencoblos tapi bermodal e-KTP sesuai domisili dan baru bisa mulai pukul 12.00,kok tidak bisa,” ujar warga saat protes di TPS 16 desa tanjung Niaga kecamatan Nanga Pinoh

Dia menerangkan Merujuk pada PKPU 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) namun memiliki hak pilih, masuk di kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK).

 


“ Pemilih yang masuk di DPK dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan e-KTP atau Suket pada saat pencoblosan. Kami membawa KTP el masak tidak bisa mencoblos bahkan alamat kami sesuai KTP el kami warga domisili di desa ini,” tuturnya

Sementara itu,ketua Bawaslu Melawi Johani menerangkan, jika di dalam DPT pemilih sudah mendaftarkan diri di TPS yang berkesangkutan bahkan pemilih sudah selesai di DPT sementara ketersediaan rusat suara masih ada maka wajib melanjutkan dengan daftar pemilih khusus (DPK) sesuai dengan aturan waktu pukul 12.00.

“ Sebenarnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Kan, sudah jelas aturanya. Kalau kita mau mastikan misalnya 300 pemilih namun yang datang baru 250 orang. Nah, 50 orang ini kita mau tunggu sampai kapan . inikan tidak setamerta menunggu selesai, yang 50 orang tadi itu datang, kan kita tidak bisa memastikan sementara waktu sudah pukul 12.00 seharusnya mengikuti aturan yang ada,” tegas johani.

Namun setelah pukul 13:00 puluhan warga yang menggunkan KTP el baru bisa mencoblos setelah pihak Banwaslu memberikan keterangan aturan tentang Daftar pemilih khusus (DPK)