Audisi Duta GenRe Bentuk Motivator di Kalangan Remaja

 

RameraNews.com,Melawi – Penyuluh Keluarga Berencana (KB ) Kecamatan Nanga Pinoh mempasilitasi audisi GenRe remaja yang tergabung dalam PIK Remaja sekolah maupun organisasi kemasyarakatan mengikuti Audisi Duta GenRe tingkat kecamatan Nanga Pinoh Selasa,(16/04/19).di balai Penyuluh KB Kecamatan Nanga Pinoh.

Audisi ini dihadiri oleh beberapa PIK Remaja dari utusan sekolah dan Organisasi remaja Kampung KB Tebing Karangan. Adapun sekolah-sckolah yang ikut berpartisipasi merekomendasikan siswa-siswinya yaitu dari SMAN l. SMKN l, SMA PGRI dan SMA Muhammadiyah.

 

Proses seleksi dalam audisi Duta GenRe ini ada 4 tahap, yang pertama Tes tertulis terdiri dari tes wawasan terkait 4 substansi Genre dan psikotes. Kedua Leader Grup Discussion, Ketiga Presentasi Program Kerja inovalif baik yang telah dllaksanakan maupun akan dilaksanakan, dan terakhir yaitu tes wawancara dengan menggali potensi bakat dan minat peserta, pengetahuan terkait program GenRe, wawasan tentang kearifan lokal dan sejarah kabupaten Melawi.

 

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Nanga Pinoh Trisnawati, S.Psi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dalam upaya meningkatkan kualitas hidup adalah Program Generasi Berencana (GenRe).

 

“Program GenRe merupakan program pembentukan karakter remaja yang dimulai dari penyiapan diri untuk kehidupan berkeluarga yang lebih baik. yang tentunya untuk mencapai hal tersebut remaja harus melewati fase transisi remaja atau dikenal dengan istilah Youth Five Life transitions yaitu yang pertama melanjutkan pendidikan. kedua mencari pekerjaan, ketiga memulai kehidupan berkeluarga, keempat menjadi anggota masyarakat dan kelima mempraktekkan hidup sehat,” katanya.

Nur’Aini Rahmah,SKM juga Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Nanga Pinoh menerangkan realita saat ini remaja Indonesia adalah generasi milenial, generasi yang hidup di alam keterbukaan, kebebasan berekspresi, dan dibanjiri beragam informasi yang tentunya muncul beragam persoalan di kalangan remaja, Namun jika tidak ditopang dengan pengetahuan dan perilaku hidup sehat maka remaja dapat terjerumus dengan resiko-resiko yang rentan umumnya terjadi pada remaja atau dikenal dengan istilah TRIAD KRR (3 resiko / masalah Kesehatan Reproduksi Remaja) yaitu pertama masalah seksualitas seperti hamil sebelum menikah. aborsi, termasuk kondisi yang sedang trend saat ini yaitu LGBT. Dan penyalahgunaan narkoba serta ketiga terjangkit penyakit HIV/AIDS.

 

 

“ PIK Remaja sebagai wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan cara mempromosikan pesan pesan yang terkandung dalam tujuan program GenRe yaitu mencapai tegar remaja/ mahasiswa dalam rangka tegar keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Ciri ciri tegar remaja adalah tidak menikah di usia dini, berpenlaku sehat dengan terhindar dari resiko TRIAD KRR,” paparnya Nur’Aini

 

Lanjut dia untuk mengapresiasikan remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Remaja di Kecamatan Nanga Pinoh Penyuluh Keluarga Berencana memfasilitasi remaja-remaja yang tergabung dalam PIK Remaja baik di sekolah maupun di organisasi kemasyarakatan untuk mengikuti Audisi Duta GenRe Tingkat kecamatan Nanga Pinch.

 

Setelah melalui seleksi tahap kecamatan selanjutnya peserta yang lolos audisi akan disertakan dalam Audisi tingkat kabupaten yang akan digelar akhir bulan April 2019 mendatang oleh Forum GenRe Kalimantan Barat yang bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Melawi.

 

“ kami berharap sosialisasi dan promosi program GenRe semakin menggema di Kabupaten Melawi khususnya di kecamatan Nanga Pinoh, Audisi Duta GenRe perlu dilakukan sebagai figur motivator dari kalangan remaja, hal ini bertujuan supaya Program Generasi Berencana dapat tersampaikan secara efektif,” harapnya

Sementara itu, Duta Genre Kabupaten Melawi Jalur Pendidikan Tahun 2018 Susi mengungkapkan bahwa faktor budaya kerap menjadi pemicu tingginya angka pernikahan dini dan seks bebas di kalangan remaja

” Dengan PIK Remaja kita dapat mengembangkan diri dan memikirkan lebih jauh tentang cita-cita dan harapan kedepan. Dengan program Generasi Berencana (GenRe) agar sebagai remaja mempunyai generasi berencana memulia diri sendiri, generasi yang menolak nikah dini napza penyalahgunaan narkoba serta penyakit penyakit HIV/AIDS,” tegasnya.(dika)