Antisipasi Rabies, Distankan Tetap Lakukan Vaksinasi HPR

Ilustrasi

RameraNews-Nanga Pinoh, Upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit rabies di Kabupaten Melawi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing hingga kera yang terus berjalan hingga tahun ini.

Kabid Peternakan Distankan Melawi, Nining Yuliati menerangkan kasus positif rabies sepanjang tiga tahun terakhir sudah tak lagi ditemukan di Melawi. Walau memang diakuinya masih ada terjadi kasus gigitan HPR hingga 2018 lalu.

“Gigitan HPR untuk 2018 ada lima kasus, sedangkan 2017 ada 19 kasus dan tahun 2016 ada 34 kasus. Seluruh korban sudah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Penanganan korban gigitan HPR ini dilakukan oleh jajaran fasilitas kesehatan dibawah Dinkes, seperti puskesmas maupun rumah sakit,” katanya.

Kasus gigitan HPR sendiri, lanjut Nining didominasi oleh anjing pada manusia. Namun, dari hasil observasi lanjutan, gigitan ini tidak melulu disebabkan karena HPR ini sudah terkena rabies.

“HPR yang menggigit ini kan diobservasi selama 14 hari. Kalau dia tak mati, berarti dia tidak terkena rabies. Nah, sejak 2016-2018 lalu, kasus gigitan HPR ini ternyata tidak positif rabies. Bisa jadi ia menggigit karena ada provokasi,” jelasnya.

Kendati demikian, Nining menegaskan instansinya tetap melakukan vaksinasi pada HPR. Sepanjang 2018 lalu, ada 4.378 ekor HPR dari total 9.980 populasi HPR (43,78 persen) yang telah divaksinasi. Proses vaksinasi dilakukan dengan datang langsung ke desa-desa atau melayani permintaan vaksinasi dari pemilik hewan yang datang langsung ke dinas.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Kepala Distankan yang memberikan dukungan luar biasa, termasuk Pemprov, kepolisian, babinsa, jajaran dinkes, BPBD, tim vaksinator, camat hingga kades dan masyarakat yang sudah ikut berperan aktif serta bersedia hewan peliharannya diberikan vaksin rabies,” katanya.

Aksi vaksinasi pada HPR, kata Nining tetap akan berlanjut pada 2019 ini. Langkah pertama diantaranya dengan menyurati pihak kecamatan yang nantinya akan diteruskan ke desa-desa terkait dengan rencana vaksinasi HPR ini. Hal ini dilakukan karena mengingat masih banyak masyarakat yang mempertanyakan apakah masih ada penyebaran rabies di Melawi.

“Padahal, vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan agar rabies tak lagi menyebar di Melawi. Kalau dulu, vaksinasi rutin memang lebih dikuatkan pada wilayah perbatasan Kalteng. Tapi dengan merebaknya kasus rabies pada 2014 lalu, kita melakukan vaksinasi pada seluruh wilayah,” jelasnya.

Nining tetap berharap kerjasama dari seluruh pihak, termasuk peran aktif dari pemilik HPR. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Melawi agar tetap waspada dengan bahaya penyakit rabies.

“Masyarakat yang berada di wilayah perbatasan kita minta berperan aktif untuk mengawasi lalu lintas hewan dan para pemilik HPR yang menggunakan anjingnya untuk berburu, agar anjingnya diberikan vaksin rabies. Serta terpenting memastikan bahwa hewan yang dbawa masuk atau keluar Melawi ini sudah divaksin rabies,” harapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*